Wawancara: Waspada Sinyal Resesi Amerika Serikat

Hadir dalam acara “News on The Spot” TV Berita Satu, 23 Agustus 2022, Masyita menyampaikan pandangannya terkait isu Amerika Serikat mengalami resesi.

Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah mengalami resesi. Namun, menurut Masyita, yang sebenarnya terjadi pada perekonomian AS saat ini bukanlah resesi. “Composite Index of Coincident Indicators AS” menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang masih positif, meskipun tengah mengalami perlambatan. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa AS kini sedang mengalami resesi ekonomi.

Selain sebagai negara terbesar di dunia, AS juga merupakan partner dagang Indonesia dan sumber FDI (Foreign Direct Investment) Indonesia. Mata uang Dolar AS memiliki pengaruh yang besar pada mata uang di dunia. Lalu apa hubungannya dengan perekonomian Indonesia? Jika perekonomian AS sedang mendaki maupun menurun, maka akan memberikan imbas pada Indonesia di beberapa kanal. Kanal ini termasuk perdagangan, investasi, dan mata uang.

Bagaimanakah kewaspadaan yang dilakukan Indonesia?

Dalam menghadapi hal ini, Indonesia memiliki tiga prinsip, yaitu Waspada, Antisipatif, dan Responsif. Tiga prinsip ini digunakan dalam menghadapi shock dari luar. Dengan memastikan konsumsi dan daya beli masyarakat terjaga melalui pemberian bantalan pada tingginya harga komoditas dan menjaga dompet (APBN) kita agar tidak “kecolongan” adalah cara Indonesia dalam menghadapi shock ini. Sejauh ini, Indonesia masih dapat menjaga lentingan ekonomi dengan baik. Hal ini tercermin dalam rating outlook ekonomi Indonesia di tahun 2022 ini. Namun, kita tetap harus waspada karena tekanan ini masih belum berakhir.

Wawancara lengkap dapat diakses di sini [27:07-49:00]

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This