Road to G20: Forum Diskusi Terpumpun untuk Transisi Energi ke-4

Sektor energi menyumbang 27 persen emisi gas rumah kaca setiap tahunnya. Tentu dalam menghadapi perubahan iklim, kita perlu perubahan dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Namun, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan transisi energi yang baik dan berkeadilan. Hal ini menjadi komitmen negara-negara dengan ekonomi terbesar yang tergabung dalam G-20. Juga komitmen dari negara-negara yang mengikuti COP 27. Termasuk Indonesia. Diperlukan komitmen yang tegas, jelas dan terukur dari semua pemangku kepentingan di Indonesia, agar transisi energi ini dapat berjalan dengan baik dan berkeadilan di tahun depan. Oleh karena itu, dilakukanlah forum diskusi terpumpun (focus group discussion/FGD) untuk mempertemukan pemegang kebijakan, lembaga-lembaga donor, dunia usaha, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap transisi energi. Forum diskusi ini diadakan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Indonesia masih sangat bergantung kepada energi fosil. Pada 2020, 62 persen energi berasal dari batu bara. Hanya 14 persen saja yang merupakan energi terbarukan. Dengan melakukan transisi energi, Indonesia berupaya untuk menjadikan 66 persen sumber energi berasal dari energi terbarukan pada 2060. Staf khusus Menteri Keuangan, Masyita Crystallin, yang hadir sebagai salah satu co-chair, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia mengembangkan Country Platform untuk mekanisme transisi energi. Mekanisme ini dimulai dari berbagai sumber pendanaan kreatif seperti Clean Energy Fund (CEF) dan Carbon Reduction Fund (CRF).

Di FGD ke-4 ini, dilakukan pembahasan untuk pernyataan para pemimpin dunia yang berkomitmen dalam COP 27 terkait dengan transisi energi yang akan dilakukan tahun depan. Selain itu, salah satu pembahasan lainnya dalam FGD ini adalah bagaimana mentransformasi PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menghentikan pembangunan pembangkit listrik batu bara setelah tahun 2023 dan beralih ke sumber-sumber energi yang bersih. Dimana Bank Pembangunan Asia (ADB) dapat memberikan pendanaan yang terjangkau sehingga dapat memberikan insentif bagi peralihan ke energi batu terbarukan.

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This