ASEAN+3 Regional Economic Outlook 2023

Di tahun 2023 ini, salah satu isu yang menjadi fokus utama kawasan ASEAN+3 adalah perubahan iklim. Bentuk nyata dari perhatian kawasan ini pada perubahan iklim tertuang dalam komitmen untuk berkontribusi pada aksi iklim di bawah Perjanjian Paris. Mayoritas dari negara-negara kawasan ASEAN+3 telah menentukan target pengurangan emisi guna mencapai net-zero pada 2050. Upaya ini menjadi penting jika kita melihat fakta bahwasanya, kawasan ASEAN+3 adalah penghasil satu-pertiga emisi gas rumah kaca global.

Dalam rangka membahas kondisi kawasan secara menyeluruh, Masyita menghadiri kegiatan ASEAN+3 Regional Economic Outlook 2023 yang dilaksanakan pada Kamis, 6 April 2023. Kegiatan yang dilangsungkan secara hybrid di Singapura ini mengundang deretan ekonom kawasan yang aktif pada bidang perubahan iklim seperti Eugene Wong (Chief Executive Officer, Sustainable Finance Institute Asia), Srinivasan Ancha (Principal Climate Change Specialist and Climate Change Focal for Southeast Asia, Asian Development Bank), Marthe Hinojales (Economist, ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO)), dan Ling Hui Tan (Heads of Regional Surveillance Group AMRO) untuk membahas isu terkait pendanaan transisi menuju emisi nol di kawasan ASEAN+3.

Perjalanan ASEAN+3 Menuju Emisi Nol

Untuk mencapai tujuan emisi nol di tahun 2050, kawasan ASEAN+3 perlu melakukan transisi melalui transformasi bagaimana perekonomian dijalankan. Berbagai tantangan dan kesempatan untuk melakukan transisi terpampang di depan mata kita. Untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan kesempatan ini, pembentukan kebijakan yang memadai perlu mendapatkan perhatian khusus agar transisi yang adil dapat terwujud dalam kurung waktu yang telah ditetapkan. Karena bagi negara berkembang, transisi yang adil menjadi hal yang perlu dipastikan dapat dicapai.

Masyita berargumen, bahwa mewujudkan transisi bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Eksosistem yang dapat mendukung proses transisi dari berbagai sisi akan menjadi kunci pelaksanaan transisi ini. Berbagai kebijakan, aturan, dan institusi akan memiliki peran yang krusial dalam mewujudkan transisi ini. Masyita menggaris bawahi, bahwa ketiga hal tersebut dapat membangun ekosistem bagi aset transisi yang berkualitas dan berintegritas tinggi. Dengan adanya aset transisi yang demikian, maka tantangan seperti pendanaan transisi dapat terjawab.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This